Showing posts with label Cabang iman. Show all posts
Showing posts with label Cabang iman. Show all posts

Tuesday, 31 March 2015

Cabang Iman Kedelapan Iman Pada Hari Berkumpul Manusia Setelah Hari Kebangkitan

Akan datang hari
Mulut dikunci
Kata tak ada lagi

Akan tiba masa
Tak ada suara
Dari mulut kita

Berkata tangan kita
Tentang apa yang dilakukannya
Berkata kaki kita
Kemana saja dia melangkahnya

Tidak tahu kita
Bila harinya
Tanggung jawab tiba

Bait-bait tersebut adalah lirik lagu karya Taufik Ismail dan dinyanyikan oleh Chrisye. Sebuah gambaran hari berkumpul seluruh manusia di padang Mahsyar terinspirasi dari Surat Yasin ayat 65
“Pada hari ini kami tutup mulut mereka, tangan mereka akan berkata kepada kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan”

Kita akan berkumpul di hadapan Allah mempertanggungjawabkan seluruh perbuatan kita. Kita tak bisa berbohong, mulut kita akan terkunci. Seluruh bagian tubuh kita akan berbicara tentang apa yang mereka lakukan. Kita tak bisa mengelak dan membela diri.

Monday, 30 March 2015

Cabang Iman Ketujuh Iman Kepada Kebangkitan Setelah Mati

suatu ketika, Umar bin Abdul Aziz r.a mengiringi jenazah. Ketika semuanya telah bubar, Umar dan beberapa sahabatnya tidak beranjak dari kubur jenazah tadi. Beberapa sahabatnya bertanya, “wahai Amirul Mukminin, ini adalah jenazah yang engkau menjadi walinya. Engkau menungguinya disini lalu akan meninggalkannya“.

Umar berkata, “Ya. Sesungguhnya kuburan ini memanggilku dari belakang. Maukah kalian kuberitahu apa yang ia katakan kepadaku?“.

Mereka menjawab, “Tentu”.

Umar berkata, “Kuburan ini memanggilku dan berkata, ‘Wahai Umar bin Abdul Aziz, maukah kuberitahu apa yang akan kuperbuat dengan orang yang kau cintai ini?‘, “Tentu“, jawabku.

Kuburan itu berkata, “Aku bakar kafannya, kurobek badannya dan kusedot darahnya serta kukunyah dagingnya. Maukah kau kau kuberitahu apa yang kuperbuat dengan anggota badannya?“.

“Tentu“, jawabku.

Wednesday, 25 March 2015

Cabang Iman Keenam Iman Kepada Hari Akhir

Saya punya sebuah kalimat untuk kita jadikan renungan.

‘Good news and bad news in one sentence... Nothing last forever’

Berita baik, tiada yang abadi. Penderitaan kita akan usai. Lelah kita bekerja akan terhenti dan dibalas dengan surga yang indah. Kesukaran dan kesulitan tak akan bertahan selamanya.

Berita buruk, tiada yang abadi. Kesenangan dan kebahagiaan kita akan berakhir, maka jangan terlalu sombong dan lupa diri. Waspadalah dan syukuri apa yang masih kita miliki.

Tiada yang abadi

Keluarga yang amat menyayangi kita tak akan hadir selamanya. Mereka akan pergi suatu hari nanti. Ayah yang penuh kasih itu suatu hari pergi dan kita hanya bisa menyentuhnya dengan doa. Ibu yang dulu begadang semalaman ketika kita sakit dan menjaga penuh cinta, suatu hari akan tiada. Kakak yang penuh perhatian dan adik yang menggemaskan, suatu hari nanti hanya akan jadi rindu dan kenangan.

Harta yang amat kita cintai dan kita perjuangkan sehari semalam bisa lenyap dan habis dengan satukali kebakaran. Atau pada suatu hari nanti terjadi perang yang sangat dahsyat di daerah kita, harta kita akan kehilangan harganya, tak berarti.

Hari akhir biasa disebut sebagai hari kiamat. Hari kiamat terbagi menjadi dua. Kiamat sugra dan kubra. Kiamat sugra adalah kiamat kecil, hari ketika seorang manusia mengalami kehilangan kebahagiaan, kesenangan, harta, dan nyawanya. Hari ketika suatu hal yang membuat menderita terjadi. Bisa bencana alam atau kecelakaan.

Kiamat kubra adalah kiamat besar. Hari ketika seluruhnya hancur tanpa kecuali.

Hakikat makhluk itu memiliki awal dan akhir. Seluruh yang memiliki awal maka akan memiliki akhir. Begitu pula kehidupan kita di dunia, suatu hari nanti akan ada akhirnya.

Maksud dari hari akhir adalah berhentinya kehidupan di dunia. Kehidupan dunia ini benar-benar akan berakhir. Tak ada lagi manusia yang hidup. Semuanya mati tak bersisa tanpa kecuali. Tak ada lagi bumi dan matahari, semuanya hancur.

An-Naml ayat 87 “Dan (ingatlah) hari (ketika) di tiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang ada di bumi, di langit dan segala yang ada di bumi, kecuali siapa yang di kehendaki Allah SWT. Dan semua akan datang menghadap-Nya dengan merendahkan Diri.”

Al-Muzzamil ayat 14 “Pada haribumi dan gunung-gunung bergoncangan, dna menjadikan gunung-gunung itu tumpukan- tumpukan pasir yang berterbangan”.

Benda akan hancur oleh waktu. Waktu akan merusak semua hal yang ia lewati. Besi akan berkarat, kayu akan hilang termakan rayap, makanan akan membusuk seiring waktu berjalan. Dan manusia tercekik oleh waktu, semakin hari akan semakin tua dan keriput.

Ribuan manusia telah mati selama kita hidup. Kita selalu menganggap mati itu suatu yang jauh. Padahal mati seperti panu yang selalu menempel di kulit, amatlah dekat.

Kita selalu merasa aman dan menganggap hari akhir masih sangat jauh. Karena merasa demikian kewaspadaan kita menurun sampai titik nol. Disiplin kita untuk menjauhi larangan Allah menurun. Semangat kita untuk melakukan ibadah menurun.

surah Ali Imran Ayat 185,“Tiap –tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan Sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa di jatuhakan dari neraka dan di masukan ke dalam surga, maka sesungguhnya ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanya kesenangan yang memberdayakan.”

Fungsi iman kepada hari akhir adalah menerbitkan kewaspadaan yang tenggelam. Ketika manusia menyadari adanya akhir, maka ia akan sadar akan batas-batas. Ketika manusia mengingat akhir mereka akan berpikir mengenai makna dan arah hidup. Akhir seperti tanda titik. Dengan tanda titik sebuah kalimat menjadi utuh dan selesai lalu bisa kita maknai. Begitu pula hidup baru punya arti ketika sampai pada titiknya, akhirnya.

Apa yang kita mulai pasti akan selesai daan berakhir. Maka mau kita mulai dengan bagaimana? seperti apa akhir yang akan kita lihat?

Allah merahasiakan waktu terjadinya hari akhir. Hikmahnya adalah agar kita waspada, bisa saja hari akhir itu terjadi esok hari atau dalam waktu yang sangat dekat. Di sisi lain, kita bisa menjadi sedikit tenang untuk menikmati hidup kita, kita tak tahu kapan terjadi hari akhir sehingga tidak terlalu memberatkan pikiran dan perasaan kita.

Maha suci Allah. Semoga kita senantiasa waspada dan mendapatkan akhir yang baik. Jangan sampai kita menjadi golongan yang menyesali telah hidup dengan berkata

“Yaa Laitanii kuntu turaaban.”

“Ohh betapa sialnya aku, seandainya dulu aku hanyalah debu”

Tuesday, 24 March 2015

Cabang Iman Kelima Beriman Pada Qadha dan Qadhar

Pada suatu malam, seorang ayah terbangun karena mendengar suara isak tangis di kamar anaknya yang masih SD. Sang ayah penasaran, apa yang sedang terjadi?

Ketika ayah membuka pintu kamar, terlihatlah anaknya yang sedang sujud ke arah kiblat. Sang anak mengenakan sarung dan baju yang rapih dan bersih. Ayah langsung tahu bahwa anaknya sedang melaksanakan shalat tahajud. Air mata ayah berlinang, ia bangga memiliki anak yang sholeh.

Ayah tidak ingin mengganggu kekhusyuan anaknya, ia tunggu sampai anaknya selesai shalat dan berdoa. Setelah anaknya mengakhiri shalat dengan salam. Sang anak berdoa sambil menangis dengan suara yang lirih.

Ayah menghampiri anaknya dan merangkulnya. Sang anak berada di pelukan ayah. Ayah berkata pada anaknya.

“Anakku, apa yang sesungguhnya kamu inginkan? Apa yang sebenernya kamu pinta pada Allah? jika apa yang kamu pinta itu bisa ayah wujudkan, katakanlah. Ayah akan berikan apa yang kamu mau”

Sang anak bercerita.

Monday, 23 March 2015

Cabang Iman keempat Iman Kepada Al-Qur’an


Ustadz Faiz masuk ke dalam sebuah kelas di pagi hari, murid-murid kemudian berdiri menyambut sang ustadz

'Silakan duduk' Usztad Faiz mempersilakan

.Ustadz Faiz melihat ke sekitar, mengucapkan hamdalah, bershalawat pada Nabi Muhammad SAW dan berkata

'Saudara-saudaraku. Al-Qur’an adalah rahmat yang Allah berikan kepada kita. Pedoman kita, yang apabila kita berpegang teguh padanya tak akan sesat kita selamanya.
Saya akan menceritakan salah satu pengalaman saya yang tidak terlupakan, ketika saya berada di Jerman, dan saya bersama 4 pendeta kristen saat itu.

Saya berada di antara mereka yang sedang berdebat tentang injil-injil mereka. Salah satu dari mereka membaca injil Barnabas, satunya lagi Matius, dan yang lain Johana juga Lukas. Mereka saling berdebat dan menyalahkan kitab mereka yang lain.

Saat itu debatnya panas sekali. Saya yang berada di antara mereka, hanya mendengarkan apa yang mereka katakan tentang injil-injil mereka. Saya sendiri tahu injil seluruhnya ada 80 versi. Saya hanya mendengar, saya terdiam.

Sunday, 22 March 2015

Cabang Iman Ketiga Iman Kepada Malaikat

Suatu pagi seorang mentri gemetar lari ketakutan dari kamarnya, tubuhnya menggigil seperti orang demam. Lalu sang mentri tersebut menghadap Nabi Sulaiman Alaihi Salam. Nabi Sulaiman melihat keringat dingin sang mentri dan melihat tubuh si mentri itu bergetar hebat lalu beliau bertanya

“Apa yang terjadi?”.

Mentri itu menjawab

“Aku melihat sosok yang menakutkan, nampaknya ia itu Izroil, malaikat pencabut nyawa, ia hendak mencabut nyawaku, tapi aku melihat Izroil itu kebingungan.”

Nabi sulaiman merasa aneh mendengar kisah sang mentri.

Friday, 6 March 2015

Cabang Iman kedua Iman Kepada Nabi dan Rasul

Sepertiga Al-Qur’an berisi tentang kisah-kisah rasul. Ini berarti kisah-kisah tersebut memiliki posisi penting dalam kehidupan beragama kita. Kisah-kisah itu bertujuan sebagai bahan perenungan kita. bahan introspeksi kita.

Kita selalu berpikir, kita hidup di zaman krisis teladan, krisis orang bijaksana, dan krisis kepemimpinan. Lalu kita keluhkan kebobrokan umat, kemerosotan moral, dan dehumanisasi kemanusiaan. Dengan pikiran demikian, Jadilah kita generasi apatis terhadap peradaban dan pesimis terhadap masa depan. Parahnya, seringkali yang melahirkan pemikiran ini adalah intelektual muslim yang disegani. Dia mumpuni secara pengetahuan, tapi pengetahuannya membawa pada inferioritas umat dan pesimis terhadap hidup. Lebih baik bodoh tapi tersenyum menghadapi kerasnya kehidupan dan menjadikannya ladang amal sholeh daripada serba tahu tapi penuh pesimisme dan tidak turun tangan membenahi keadaan.

Seburuk apapun keadaan umat, sebesar apapun krisis keteladanan, Allah telah berjanji untuk terus menjaga Al-Qur’an. Ada kisah-kisah yang inspiratif dan selalu bisa dijadikan teladan. Yaitu kisah-kisah rasul yang telah Allah utus untuk manusia.

Wednesday, 4 March 2015

Cabang Iman Pertama : Iman Kepada Allah yang maha suci dan maha tinggi

Jaman dahulu kala, ada seseorang bernama Ibrahim. Dia seorang anak kecil yang dibesarkan oleh seorang ayah pembuat patung berhala. Masyarakat di tempat Ibrahim menyembah patung yang mereka anggap sebagai pencipta alam semesta, pemberi bahagia dan penghukum manusia. Jika manusia tidak memberikan pengorbanan dan hormatnya pada patung berhala, maka kehidupannya akan sengsara dan didera penderitaan sepanjang hayat, karena itulah patung-patung itu disembah dan diagungkan.

Ibarahim beranjak dewasa, akal pikirannya menjadi matang. Ia ragu akan apa yang telah dijalankan oleh masyarakat desanya. Apakah benar kita harus menyembah patung berhala? Mengapa kita harus menyembah patung-patung hasil buatan tangan manusia? mungkinkah sesuatu yang dibuat dan dibentuk manusia itu  menciptakan alam semesta ini?

Apa yang terjadi di masyarakat tempat Ibrahim tumbuh nampak aneh bagi akal pikiran Ibrahim. Jika patung-patung itu tidak mungkin menciptakan alam semesta ini lalu siapa sesungguhnya yang menciptakan hidup dan dunia? siapakah dia yang maha kuasa? Sesuatu yang mesti kita sembah dan taat kepadanya.

Pada suatu malam, Ibrahim melihat bulan purnama yang begitu terang. Jaman dulu belum ada polusi cahaya-cahaya lampu. Sinar purnama begitu benderang dan membuat takjub mata Ibrahim. Dia tercengang akan keagungan purnama tersebut. Ibrahim menduga, mungkin inilah pencipta alam semesta. Ia begitu besar dan terang sampai cahayanya menerangi malam. maka semalam suntuk itu Ibrahim mengangungkan purnama.